SEJARAH DAN PROFIL DESA BOLALI, KEC. WONOSARI, KAB. KLATEN
Sejarah berdirinya Desa Bolali belum diketahui secara
jelas temporalnya. Sebelum dinamakan Bolali, desa ini hanya berupa pemukiman
warga yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram, kemudian menjadi daerah kekuasaan
dari Kesultanan Surakarta yang dipimpin oleh seorang demang. Nama
Desa Bolali diambil dari bahasa Jawa yaitu “mbok yo lali” yang dalam bahasa
Indonesia berarti “lupakan”. Kata “lupakan” disini sesuai dengan harapan para
penjajah Belanda di daerah Sukoharjo lupa jika terdapat pemukiman warga di
sebrang sungai tempat jajahan mereka. Pada akhirnya para penjajah Belanda tidak
menginjakkan kaki di pemukiman warga, sehingga pemukiman tersebut dinamakan
Bolali.
Pada zaman dahulu belum
terdapat peraturan yang mengatur masa jabatan kepala desa sehingga pergantian
jabatan dilakukan ketika umur kepala desa sudah tua. Pada masa kolonial
Belanda, untuk membantu kemerdekaan terdapat aturan-aturan bahwa pemilik sawah
harus ikut serta kerja bakti keduk walet atau diskusi saluran irigasi.
Pembagian sawah pada zaman dahulu tidak sama terlebih penduduk pemilik jabatan
di desa seperti lurah atau bekel. Penduduk pemilik jabatan biasanya memiliki
area persawahan yang lebih luas. Jika tidak mampu menjalankan dines ireng maka
sawah diberikan kembali ke pemerintah.
Perkembangan sejarah
kepemimpinan Desa Bolali dimulai dengan kepemimpinan Kepala Desa Sarsono yang
tidak diketahui secara jelas periodenya namun diperkirakan pada tahun 1960-an. Kepemimpinan selanjutnya oleh Kepala Desa Wahyudi yang hanya menjabat
selama satu tahun pada tahun 1987 hingga 1988. Setelah itu terdapat perubahan
periode kepemimpinan kepala desa, yaitu 8 tahun dalam satu periode. Kepala Desa
Siswansuardi yang menjabat dari tahun 1988 hingga 1996 kemudian digantikan
Kepala Desa Sugiranto pada tahun 1996 hingga 2004. Jabatan selanjutnya
dilanjutkan oleh Bapak Sarjono Damaji menjabat selama dua periode yaitu pada
tahun 2004 hingga 2010 dan tahun 2010 hingga 2016. Kepemimpinan selanjutnya
digantikan oleh PJ (pejabat) Kades selama 2
tahun. PJ Kades ini berdasarkan Pasar 12 Ayat 5 Peraturan Pemerintah
Nomor 43 Tahun 2014 mengatur Pejabat Kepala Desa persiapan berasal dari unsur
Pegawai Negeri Sipil pemerintah daerah kabupaten/kota. Kepala Desa Widhi
Pujiyanto terpilih sebagai kepala desa dengan masa jabatan dua periode yaitu
tahun 2018 hingga 2018 hingga 2023 dan tahun 2023 hingga 2028.
PROFIL DESA BOLALI, KEC. WONOSARI, KAB. KLATEN
Desa Bolali terletak di Kecamatan Wonosari, Kabupaten
Klaten, Jawa Tengah. Secara administrasi, Desa Bolali berada paling utara dan
sisi timur dari Klaten yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Gatak,
Kabupaten Sukoharjo. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Duwet, sebelah
selatan barat daya berbatasan dengan Desa Sukorejo, dan sebelah barat daya
berbatasan dengan Desa Tegalgondo. Desa Bolali memiliki luas daerah sebesar
1.280 km2 dengan wilayah membujur dengan titik koordinat 70.6°S-110.73°E. Desa
Bolali memiliki jumlah penduduk sebesar 2.474 jiwa dengan jumlah anggota
keluarga sebesar 859 KK. Desa Bolali terdiri atas 7 Dukuh, 7 RW, dan 28
RT. Dukuh-dukuh tersebut antara lain Dukuh Tirip, Dukuh Krasak, Dukuh Bolali,
Dukuh Pajangan, Dukuh Sutran, Dukuh Kebak, dan Dukuh Candi.
Desa Bolali didominasi oleh penduduk beragama Islam. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya masjid atau mushola di seluruh dukuh yang berjumlah 10. Agama lain yang dianut penduduk Desa Bolali yaitu Kristen dan Katolik. Di Desa Bolali terdapat sebuah kapel bernama Kapel Katolik Santa Bernadeta. Desa Bolali memiliki 3 tempat pendidikan, yaitu PAUD Nusa Indah Bolali, TK Pertiwi Bolali, dan SDN 1 Bolali. Fasilitas Desa Bolali lainnya adalah Polindes dan pos posyandu di setiap dukuh.
Wilayah Desa Bolali
sebagian besar daerah persawahan, dimana penduduknya sebagian besar berprofesi
sebagai petani buruh. Selain itu, penduduk Desa Bolali berprofesi sebagai buruh
pabrik, pegawai, peternak, pedagang, dll. Masyarakat Desa Bolali juga memiliki
usaha dengan nilai jual yang cukup tinggi, diantaranya produksi emping, karak,
telur asin, peternakan bebek, ayam petelur, burung puyuh, serta budidaya ikan
nila dan lele.




Comments
Post a Comment